Di bahasa Indonesia, kita bisa bilang:

  1. “Saya membuka pintu.” (ada pelaku)
  2. “Pintunya terbuka.” (kondisi terjadi)

Dalam bahasa Jepang, perbedaan ini sangat penting karena biasanya memakai dua kata kerja berbeda. Inilah konsep transitif dan intransitif:

  1. Transitif ( 他動詞(たどうし) ): aksi dilakukan pelaku terhadap objek.
  2. Intransitif ( 自動詞(じどうし) ): keadaan/perubahan terjadi pada subjek.

Jika tertukar, kalimat Anda bisa terdengar tidak alami walaupun kosakatanya benar.


1. Konsep Dasar

JenisFokusPartikel umumContoh
Transitifsiapa melakukan aksiドアを() ける
Intransitifkondisi apa yang terjadiドアが()

Contoh 1 (transitif)
(わたし) はドアを() けました。
(Watashi wa doa o akemashita.)
Saya membuka pintu.

Contoh 2 (intransitif)
ドアが() きました。
(Doa gaakimashita.)
Pintunya terbuka.


2. Pasangan Transitif-Intransitif yang Paling Umum

2a. Tabel inti (wajib hafal)

TransitifArtiIntransitifArti
() けるmembuka() terbuka
() めるmenutup() まるtertutup
() mematikan/menghapus() えるpadam/hilang
() けるmenyalakan() menyala
() とすmenjatuhkan() ちるjatuh
() れるmemasukkan(はい) masuk
() mengeluarkan() keluar
() めるmenghentikan() まるberhenti
(あつ) めるmengumpulkan(あつ) まるberkumpul
(はじ) めるmemulai(はじ) まるdimulai

2b. Tabel tambahan (sering muncul di N4-N3)

TransitifIntransitif
(つづ) ける(つづ)
() える() わる
(こわ) (こわ) れる
() てる()
(なら) べる(なら)
() める() まる
() やす() える
() らす()
(もど) (もど)
() やす() える

3. Pola Partikel: を vs が

Transitif

Pelaku は Objek を V-transitif

Contoh 3
(はは) 電気(でんき) () した。
(Haha wa denki o keshita.)
Ibu mematikan lampu.

Intransitif

Subjek が V-intransitif

Contoh 4
電気(でんき) () えた。
(Denki ga kieta.)
Lampunya padam.

Pasangan kontras

Contoh 5
(わたし) (まど) () けた。
(Watashi wa mado o aketa.)
Saya membuka jendela.

Contoh 6
(まど) () いた。
(Mado ga aita.)
Jendelanya terbuka.


4. Nuansa Penting dengan ~ている

Pada pasangan transitif-intransitif, ~ている sering menghasilkan nuansa berbeda.

PolaNuansa
Transitif + ているaksi sedang dilakukan / keadaan hasil akibat aksi pelaku
Intransitif + ているkeadaan yang sedang berlaku

Contoh 7
田中(たなか) さんは 電気(でんき) () している。
(Tanaka-san wa denki o keshite iru.)
Tanaka sedang mematikan / mengatur lampu.

Contoh 8
電気(でんき) () えている。
(Denki ga kiete iru.)
Lampunya dalam keadaan mati.


5. Strategi Menghafal Pola Pasangan

Tidak semua pasangan bisa ditebak, tetapi ada pola yang membantu:

  1. Banyak pasangan ~える (transitif) vs ~ある/~う (intransitif), misal: 開ける/開く.
  2. Banyak pasangan ~す (transitif) vs ~える/~る (intransitif), misal: 消す/消える.

Namun, ini hanya heuristik. Tetap hafal per pasangan.

Teknik belajar yang efektif

  1. Hafal selalu berpasangan, jangan satuan.
  2. Buat dua kalimat untuk tiap pasangan: versi dan versi .
  3. Latih dengan objek sehari-hari: pintu, lampu, komputer, file, rapat.

6. Dialog Mini

Dialog 1: Di rumah

A: エアコンを() した?
(Eakon o keshita?)
AC-nya sudah dimatikan?

B: うん、もう() えてるよ。
(Un, mou kieteru yo.)
Ya, sudah dalam keadaan mati.

A: ドアも() めた?
(Doa mo shimeta?)
Pintunya juga sudah ditutup?

B: 大丈夫(だいじょうぶ) 、ちゃんと() まってる。
(Daijoubu, chanto shimatteru.)
Aman, pintunya sudah tertutup rapat.

Dialog 2: Di kantor

A: 会議(かいぎ) 何時(なんじ) (はじ) まる?
(Kaigi, nanji ni hajimaru?)
Rapat mulai jam berapa?

B: 10() (はじ) まる。いま 資料(しりょう) (あつ) めてるところ。
(Juuji ni hajimaru. Ima shiryou o atsumeteru tokoro.)
Mulai jam 10. Sekarang lagi ngumpulin materi.

A: じゃあ、(わたし) はプロジェクターを() けるね。
(Jaa, watashi wa purojekutaa o tsukeru ne.)
Oke, aku nyalakan proyektornya.


7. Kesalahan Umum ⚠️

❌ Salah✅ BenarPenjelasan
ドアを() ドアを() ける開く intransitif, tidak pakai objek
ドアが() けるドアが() 開ける transitif, butuh pelaku/objek
電気(でんき) () える電気(でんき) () 消える intransitif
会議(かいぎ) (はじ) まる会議(かいぎ) (はじ) まる始まる intransitif
先生(せんせい) 会議(かいぎ) (はじ) める先生(せんせい) 会議(かいぎ) (はじ) める始める transitif
(まど) () めている(まど) () まっているKeadaan jendela pakai intransitif

8. Latihan JLPT Mini (10 Soal)

Soal 1
Terjemahkan: “Saya menyalakan TV.”

Jawaban: テレビを() けました。
Alasan: Aksi pelaku terhadap objek -> transitif.

Soal 2
Terjemahkan: “TV-nya menyala.”

Jawaban: テレビが() きました。
Alasan: Kondisi terjadi -> intransitif.

Soal 3
Pilih yang benar: “Pintu tertutup.”
A. ドアを() めた
B. ドアが() まった

Jawaban: B
Alasan: Kondisi pintu -> intransitif.

Soal 4
Isi: (はは) (まど) を___。 (menutup)

Jawaban: () めた
Alasan: Transitif.

Soal 5
Terjemahkan: “Rapat dimulai jam 9.”

Jawaban: 会議(かいぎ) は9() (はじ) まります。
Alasan: Keadaan acara dimulai -> intransitif.

Soal 6
Terjemahkan: “Manajer memulai rapat.”

Jawaban: 部長(ぶちょう) 会議(かいぎ) (はじ) めた。
Alasan: Ada pelaku memulai -> transitif.

Soal 7
Perbaiki: 電気(でんき) () した。

Jawaban: 電気(でんき) () えた。
Alasan: Kondisi lampu padam -> intransitif.

Soal 8
Terjemahkan: “Tolong hentikan mobil di sini.”

Jawaban: ここで(くるま) () めてください。
Alasan: Pelaku menghentikan objek -> transitif.

Soal 9
Terjemahkan: “Mobilnya berhenti di depan stasiun.”

Jawaban: (くるま) (えき) (まえ) () まった。
Alasan: Kondisi kendaraan berhenti -> intransitif.

Soal 10
Buat dua kalimat dari pasangan 入れる / 入る.

Jawaban contoh: (はこ) (ほん) () れた。 / (ほん) (はこ) (はい) った。
Alasan: Latihan pasangan transitif-intransitif.


9. Studi Kasus: Mengubah Sudut Pandang Kalimat

Inti topik transitif-intransitif sebenarnya adalah sudut pandang. Anda bisa melihat peristiwa dari sisi pelaku atau dari sisi keadaan. Semakin Anda sadar sudut pandang ini, semakin alami kalimat Anda.

Kasus A: Situasi rumah tangga

Perhatikan dua kalimat ini:

  1. “Saya menutup pintu.” -> fokus ke tindakan saya.
  2. “Pintunya tertutup.” -> fokus ke keadaan pintu.

Dalam bahasa Jepang, keduanya tidak hanya beda partikel, tetapi sering beda kata kerja. Itulah mengapa hafalan pasangan sangat penting. Jika Anda hanya menghafal terjemahan “menutup” dan “tertutup” tanpa pasangan Jepang yang tepat, Anda akan sering tertukar saat speaking.

Kasus B: Laporan kerja

Dalam konteks profesional, pilihan transitif atau intransitif memengaruhi nada laporan.

  1. Transitif bisa terasa lebih “agentive”, menonjolkan siapa yang melakukan.
  2. Intransitif cenderung lebih netral, menonjolkan status kejadian.

Contoh praktis: ketika menulis status sistem, kalimat dengan intransitif sering dipilih agar terdengar objektif. Saat menulis instruksi atau tanggung jawab, transitif sering lebih tepat karena menonjolkan aksi manusia.

Kasus C: Menjelaskan kesalahan

Kalimat transitif bisa terdengar seperti mengakui tanggung jawab langsung. Kalimat intransitif bisa terdengar lebih deskriptif terhadap situasi. Dalam komunikasi tim, pemilihan ini memengaruhi persepsi lawan bicara. Karena itu, belajar grammar ini sekaligus melatih sensitivitas komunikasi.

Kasus D: Narasi kejadian

Dalam cerita, mencampur transitif-intransitif dengan benar membuat alur lebih jelas.

Contoh pola narasi:

  1. Seseorang melakukan aksi (transitif).
  2. Kondisi berubah (intransitif).
  3. Reaksi terjadi (transitif/intransitif tergantung fokus).

Pola ini sangat umum di reading N3 karena teks naratif sering bergerak antara “aksi” dan “hasil aksi”.


10. Latihan Produksi Bertahap (7 Hari)

Agar pasangan transitif-intransitif benar-benar otomatis, gunakan latihan ini.

Hari 1: Fokus 10 pasangan inti

Ambil 10 pasangan paling umum dari artikel ini. Untuk tiap pasangan, tulis:

  1. satu kalimat transitif,
  2. satu kalimat intransitif.

Target minimum: 20 kalimat.

Hari 2: Fokus partikel

Tulis 15 kalimat dengan pola objek を dan 15 kalimat dengan pola subjek が. Setelah selesai, cek apakah ada pasangan yang tertukar. Latihan ini sederhana, tetapi paling efektif untuk memutus kebiasaan salah partikel.

Hari 3: Fokus ~ている

Buat 20 kalimat yang memadukan pasangan transitif-intransitif dalam bentuk ~ている. Tujuannya agar Anda paham perbedaan “aksi sedang berlangsung” dan “keadaan hasil”.

Hari 4: Fokus konteks rumah dan kantor

Buat dua paragraf:

  1. paragraf konteks rumah (pintu, lampu, jendela, TV),
  2. paragraf konteks kantor (rapat, dokumen, sistem, jadwal).

Gunakan minimal 8 pasangan verb berbeda.

Hari 5: Fokus speaking pendek

Rekam suara 2 menit dan jelaskan “rutinitas pagi” Anda. Wajib masukkan pasangan seperti:

  1. 起こす / 起きる
  2. つける / つく
  3. 閉める / 閉まる

Latihan suara membantu Anda menangkap apakah pilihan verb terasa natural saat diucapkan.

Hari 6: Koreksi mandiri

Kelompokkan kesalahan menjadi:

  1. salah pasangan verb,
  2. salah partikel,
  3. salah nuansa ~ている.

Klasifikasi ini membuat revisi lebih cepat daripada mengoreksi secara acak.

Hari 7: Simulasi ujian

Buat 10 soal sendiri (mirip JLPT), lalu jawab tanpa melihat catatan. Jika Anda masih ragu di beberapa pasangan, tandai itu sebagai daftar prioritas hafalan minggu berikutnya.


11. Checklist Cepat Sebelum Mengirim Kalimat

Sebelum finalisasi kalimat Jepang Anda, lakukan cek 5 detik:

  1. Saya ingin menonjolkan pelaku atau keadaan?
  2. Kalau pelaku, apakah saya sudah memilih verb transitif?
  3. Kalau keadaan, apakah saya sudah memilih verb intransitif?
  4. Partikel saya sudah konsisten dengan pilihan verb?
  5. Jika pakai ~ている, makna yang saya maksud adalah proses atau hasil?

Checklist ini bisa dipakai untuk tugas tulisan, percakapan, maupun proofreading.

Template latihan cepat

Pilih satu noun, misalnya “pintu”. Lalu buat empat kalimat:

  1. transitif lampau,
  2. intransitif lampau,
  3. transitif ~ている,
  4. intransitif ~ている.

Ulangi untuk noun lain seperti lampu, rapat, file, jendela, dan aplikasi. Teknik sederhana ini mempercepat automatisasi grammar secara signifikan.


12. Simulasi Produksi: Dari Kalimat Pendek ke Paragraf

Untuk banyak pelajar, masalahnya bukan memahami definisi transitif-intransitif, tetapi menerapkannya saat kalimat menjadi lebih panjang. Bagian ini membantu Anda melatih transisi itu.

Tahap 1: Kalimat tunggal

Mulai dari pasangan sederhana:

  1. Saya menyalakan lampu.
  2. Lampunya menyala.

Ulangi pola ini dengan lima pasangan lain. Tujuan tahap ini adalah membangun refleks cepat tanpa beban struktur panjang.

Tahap 2: Kalimat sebab-akibat

Gabungkan dua klausa:

  1. Saya membuka jendela, jadi anginnya masuk.
  2. Jendelanya terbuka, jadi ruangan jadi dingin.

Di tahap ini, Anda mulai melihat bagaimana pilihan transitif atau intransitif memengaruhi alur sebab-akibat dalam narasi.

Tahap 3: Paragraf proses

Coba tulis paragraf pendek tentang aktivitas pagi:

  1. menyalakan alarm,
  2. membuka tirai,
  3. mematikan lampu kamar,
  4. menyalakan kompor,
  5. rapat dimulai.

Pakai campuran transitif dan intransitif secara sadar. Paragraf seperti ini sangat bagus untuk latihan integrasi grammar dengan urutan kejadian.

Tahap 4: Paragraf laporan

Tulis paragraf gaya kantor tentang kondisi sistem:

  1. siapa melakukan perubahan,
  2. apa yang berubah,
  3. kondisi akhir sistem.

Pada tahap ini, Anda akan merasakan kapan transitif memberi kesan “aksi tim” dan kapan intransitif memberi kesan “status sistem”.

Manfaat jangka panjang

Latihan bertahap seperti ini membuat Anda lebih siap untuk:

  1. speaking interview,
  2. writing laporan singkat,
  3. reading teks naratif N3 yang penuh perubahan keadaan.

Semakin sering Anda berlatih per tahap, semakin kecil kemungkinan salah partikel dan salah pasangan kata kerja.


13. Audit 30 Detik: Pelaku, Aksi, dan Hasil

Saat menulis atau berbicara cepat, Anda bisa salah memilih transitif-intransitif walau sudah hafal pasangannya. Solusi praktisnya adalah melakukan audit 30 detik dengan tiga pertanyaan inti.

  1. Siapa pelaku yang melakukan aksi?
  2. Apa objek yang terkena aksi?
  3. Apakah saya ingin menonjolkan proses atau kondisi hasil?

Jika fokus Anda pada pelaku yang melakukan sesuatu terhadap objek, gunakan bentuk transitif. Jika fokus Anda pada perubahan keadaan yang “terjadi”, gunakan bentuk intransitif. Pola sederhana ini sangat membantu saat Anda harus membuat kalimat panjang atau laporan singkat.

Contoh audit dalam konteks kerja

Situasi: File presentasi terbuka.

  1. Saya membuka file presentasi.
    ファイルを開きました。
    (Fairu o akimashita.)
    Fokus: pelaku melakukan aksi.
  2. File presentasinya terbuka.
    ファイルが開いています。
    (Fairu ga aiteimasu.)
    Fokus: kondisi hasil sekarang.

Kedua kalimat benar, tetapi tujuan komunikasinya beda. Kalimat pertama cocok untuk laporan tindakan, kalimat kedua cocok untuk laporan status.

Latihan refleks harian

Pilih lima pasangan transitif-intransitif. Untuk tiap pasangan, buat:

  1. satu kalimat aksi (transitif),
  2. satu kalimat keadaan (intransitif),
  3. satu kalimat gabungan sebab-akibat.

Dalam seminggu, Anda akan melihat peningkatan akurasi yang jelas, terutama saat berbicara spontan. Metode ini lebih efektif daripada sekadar menghafal daftar karena Anda melatih pengambilan keputusan grammar di konteks nyata.


Kosakata Baru

KanjiHiraganaRomajiArtiJenis
他動詞(たどうし)たどうしTadoushiKata kerja transitifIstilah
自動詞(じどうし)じどうしJidoushiKata kerja intransitifIstilah
状態(じょうたい)じょうたいJoutaiKondisi/keadaanKata benda
変化(へんか)へんかHenkaPerubahanKata benda/suru
資料(しりょう)しりょうShiryouDokumen/materiKata benda
(まど)まどMadoJendelaKata benda
電気(でんき)でんきDenkiLampu/listrikKata benda
会議(かいぎ)かいぎKaigiRapatKata benda
区別(くべつ)くべつKubetsuPembedaanKata benda/suru
文脈(ぶんみゃく)ぶんみゃくBunmyakuKonteksKata benda

Kesimpulan

  • Transitif menyorot pelaku aksi (), intransitif menyorot keadaan ().
  • Banyak kata kerja Jepang harus dihafal dalam pasangan, bukan terpisah.
  • ~ている pada intransitif sering menunjukkan keadaan hasil.
  • Kesalahan paling umum adalah menukar pasangan dan partikel.
  • Kalau Anda rutin latihan pasangan, akurasi grammar akan naik signifikan.

Artikel Sebelumnya: ← Bentuk Potensial
Artikel Selanjutnya: Memberi & Menerima →