Anda sudah melihat daftar huruf Hiragana, dan mungkin Anda merasa sedikit pusing melihat huruf-huruf melengkung itu. “Bagaimana mungkin saya bisa menghafal 46 bentuk aneh ini?”
Jangan khawatir. Ribuan orang sebelum Anda sudah berhasil, dan Anda pun pasti bisa. Kuncinya bukanlah kecerdasan IQ, melainkan metode. Menghafal buta (rote memorization) itu membosankan dan cepat hilang. Metode terbaik adalah menggunakan Mnemonik (Jembatan Keledai) dan memahami aturan baca yang unik.
Artikel ini tidak akan mengajarkan cara menulis (itu ada di sini), tapi akan mengajarkan cara mengingat dan membaca Hiragana dengan benar, termasuk aturan-aturan “rahasia” yang sering tidak diajarkan di awal.
Ingin langsung berlatih?
Tinggalkan metode hafalan kuno. Coba aplikasi Latihan Hiragana Interaktif (Spaced-Repetition) terbaru kami di Jepang.org Labs!
1. Metode Mnemonik: Mengubah Gambar Menjadi Cerita
Otak manusia lebih mudah mengingat gambar daripada garis abstrak. Mari kita coba ubah beberapa Hiragana tersulit menjadi gambar.
A (あ)
Bayangkan huruf ini berbentuk seperti Apel dengan tangkainya. Atau bayangkan seseorang berteriak “Aaa!” saat melihat Antena.
- Asosiasi: Antena / Apel.
I (い)
Bentuknya seperti dua ekor belut (Eel) yang berdiri sejajar. Atau sepasang kaki yang sedang melangkah “Itte kimasu” (Saya pergi).
- Asosiasi: Ikan / Itte kimasu.
Mu (む)
Bentuknya memiliki lingkaran kecil di tengah yang mirip hidung sapi. Sapi bersuara “Mooo”.
- Asosiasi: Mooo (Sapi).
Shi (し)
Bentuknya persis seperti kail pancing (Fishing Hook).
- Asosiasi: Fi-SHI-ng (Memancing).
Tsu (つ)
Bentuknya seperti ombak besar Tsunami.
- Asosiasi: Tsunami.
He (へ)
Bentuknya seperti sebuah gunung. Saat mendaki gunung kita merasa “Heaven” (Surga). Atau “Heavy” (Berat).
- Asosiasi: Heaven / Heavy.
Cobalah buat cerita Anda sendiri untuk setiap huruf! Semakin konyol ceritanya, semakin kuat ingatannya.
2. Tabel Utama: Gojuon (50 Suara)
Fungsi utama Hiragana adalah sebagai pembentuk kalimat pada bahasa Jepang. Pada tabel di bawah ini bisa dilihat 46 bentuk dasar dari Hiragana. Disebut Gojūon (五十音), yang artinya “50 Suara”. Namun kalau dihitung sebenarnya hanya ada 46 huruf.

- Baris pertama (あ、い、う、え、お) adalah lima vokal utama dalam bahasa Jepang (a, i, u, e, o).
- Huruf ゐ (wi) dan ゑ (we) adalah huruf mati yang sudah tidak digunakan sejak tahun 1946.
- Huruf は (Ha) kadang dibaca “Wa” jika berfungsi sebagai partikel.
- Huruf を (Wo) kadang dibaca “O” jika berfungsi sebagai partikel.
3. Dakuon (Suara Keruh)
Selanjutnya adalah Dakuon (濁音), atau “Suara Keruh”. Cirinya adalah adanya tanda kutip dua (tenten) di kanan atas huruf.

Catatan Khusus:
- ず (Zu) vs づ (Dzu/Zu): Dulu dibedakan, tapi sekarang keduanya dibaca “Zu”. Huruf づ hanya dipakai di kata tertentu seperti Tsudzuku (Bersambung) atau Kidzuku (Menyadari).
- じ (Ji) vs ぢ (Dji/Ji): Keduanya dibaca “Ji”. Huruf じ jauh lebih sering dipakai.
4. Yōon (Suara Gabungan)
Yōon (拗音) adalah gabungan huruf konsonan dengan Ya, Yu, atau Yo kecil.

Perhatikan bahwa huruf Ya, Yu, Yo ditulis lebih kecil (setengah ukuran).
- Ki + Ya (kecil) = Kya (Bukan Ki-ya).
- Shi + Yo (kecil) = Sho.
5. Huruf-huruf Lainnya (Modern)
Huruf-huruf berikut ini dulunya tidak ada, namun seiring zaman modern, diperlukan cara baru untuk menuliskan suara asing.
- Fa = ふぁ
- Ti = てぃ
- Du = どぅ
- We = うぇ
- Fo = ふぉ
Perhatikan huruf vokal kecil (ぁ, ぃ, ぅ, ぇ, ぉ) yang mengikuti huruf utamanya.
6. Aturan Baca Spesial (Pengecualian Partikel)
Secara umum, Hiragana dibaca persis seperti tulisannya. Tapi ada tiga pengecualian besar yang terjadi ketika sebuah huruf berfungsi sebagai Partikel (Kata Bantu).
1. Ha (は) dibaca “Wa”
Saat huruf は digunakan sebagai penanda topik kalimat (Partikel Wa), bunyinya berubah menjadi Wa.
- Tulisan: わたしは (Watashi ha)
- Bacaan: Watashi wa (Saya adalah…)
2. He (へ) dibaca “E”
Saat huruf へ digunakan sebagai penanda arah tujuan (Partikel E), bunyinya berubah menjadi E.
- Tulisan: にほんへ (Nihon he)
- Bacaan: Nihon e (Ke Jepang)
3. Wo (を) dibaca “O”
Huruf を aslinya dibaca “Wo” (walau W-nya sangat tipis). Tapi dalam bahasa modern, huruf ini hampir eksklusif dipakai sebagai penanda objek kalimat, dan dibaca bulat sebagai O.
- Tulisan: すしをたべる (Sushi wo taberu)
- Bacaan: Sushi o taberu (Makan sushi)
7. Bunyi Panjang (Chōon) dalam Hiragana
Jika Katakana menggunakan tanda strip (ー) untuk memanjangkan bunyi, Hiragana menggunakan huruf vokal tambahan. Ini sering membingungkan pemula.
Aturan Vokal Panjang:
Bunyi A panjang (aa): Tambah あ.
- お母さん (O-ka-a-sa-n) → Dibaca: Okaasan.
Bunyi I panjang (ii): Tambah い.
- お兄さん (O-ni-i-sa-n) → Dibaca: Oniisan.
Bunyi U panjang (uu): Tambah う.
- 空気 (K-u-ki) → Dibaca: Kuuki (Udara).
Bunyi E panjang (ee): Tambah い (Paling sering) atau え (Jarang).
- PENTING: Gabungan E + I dibaca Ee (E panjang), bukan “Ei”.
- 先生 (Se-n-se-i) → Dibaca: Sensee.
- 映画 (E-i-ga) → Dibaca: Eega.
Bunyi O panjang (oo): Tambah う (Paling sering) atau お (Jarang).
- PENTING: Gabungan O + U dibaca Oo (O panjang), bukan “Ou”.
- おはよう (O-ha-yo-u) → Dibaca: Ohayoo.
- 王様 (O-u-sa-ma) → Dibaca: Oosama (Raja).
Jebakan: Banyak pemula membaca “Sensei” dengan bunyi “i” di akhir, atau “Arigatou” dengan bunyi “u” di akhir. Padahal seharusnya bunyi vokal sebelumnya ditarik panjang: “Sensee…”, “Arigatoo…”.
8. Sokuon (Jeda / Tsu Kecil)
Dalam Hiragana, huruf tsu kecil (っ) fungsinya sama dengan di Katakana: menggandakan konsonan setelahnya. Ini menciptakan efek “cegukan” atau jeda sejenak.
- Matte (Tunggu) → Ditulis: まって (Ma-t-te).
- Kippu (Tiket) → Ditulis: きっぷ (Ki-p-pu).
- Gakkou (Sekolah) → Ditulis: がっこう (Ga-k-ko-u).
- Sappari (Segar) → Ditulis: さっぱり.
- Kappa (Makhluk mitos) → Ditulis: かっぱ.
Cara bacanya: Tahan napas satu ketukan pada bagian tsu kecil. “Ga” (tahan) “kou”.
9. Latihan Membaca Kata Asli Jepang
Sekarang coba baca kata-kata berikut yang semuanya ditulis dengan Hiragana. Perhatikan aturan panjang pendeknya.
| Hiragana | Romaji (Harfiah) | Cara Baca Benar | Arti |
|---|---|---|---|
| ありがとう | A-ri-ga-to-u | Arigatoo | Terima kasih |
| せんせい | Se-n-se-i | Sensee | Guru |
| こうこう | Ko-u-ko-u | Kookoo | SMA |
| ゆうめい | Yu-u-me-i | Yuumee | Terkenal |
| おねえさん | O-ne-e-sa-n | Oneesan | Kakak Perempuan |
| こんにちは | Ko-n-ni-chi-ha | Konnichiwa | Selamat Siang |
10. Tips Mengetik Hiragana di Gadget (Keyboard)
Di era digital ini, kemungkinan besar Anda akan lebih sering mengetik bahasa Jepang daripada menulis tangan. Komputer dan HP menggunakan sistem input Romaji-to-Kana. Artinya, Anda mengetik huruf latin, dan sistem akan mengubahnya menjadi Hiragana.
Berikut beberapa tips mengetik yang sering membingungkan pemula:
Mengetik Partikel:
- Untuk partikel “Wa” (は), ketik HA. (Jangan ketik WA, nanti keluar わ).
- Untuk partikel “O” (を), ketik WO. (Jangan ketik O, nanti keluar お).
- Untuk partikel “E” (へ), ketik HE.
Mengetik Tsu Kecil (っ):
- Ketik konsonan ganda. Contoh:
Gakkou-> がっこう. - Cara manual: Ketik
xataulsebelumtu.xtu-> っ.
- Ketik konsonan ganda. Contoh:
Mengetik Huruf Kecil (aa, ii, uu, dll):
- Kadang Anda butuh huruf kecil untuk kombinasi tak lazim. Ketik
xatauldi depan huruf. xa-> ぁ.xi-> ぃ.
- Kadang Anda butuh huruf kecil untuk kombinasi tak lazim. Ketik
Mengetik “N” (ん):
- Ketik
nn(dua kali n). Jika Anda hanya ketik satunlalu spasi, kadang sistem bingung apakah Anda mau nulis “n” atau “na/ni/nu…”.
- Ketik
Jalan Pintas:
- Ti -> ち (Chi).
- Tu -> つ (Tsu).
- Si -> し (Shi).
- Mesin input biasanya pintar, jadi
sidanshidua-duanya akan menghasilkan し.
Latihan: Uji Kemampuan Baca Anda
Coba baca kalimat Hiragana sederhana berikut!
Soal 1: わたしは がくせいです。
Jawaban: Watashi wa gakusei desu. (Saya adalah murid.)
Soal 2: あした おかあさんと いっしょに おおさかへ いきます。
Jawaban: Ashita okaasan to issho ni Oosaka e ikimasu. (Besok saya pergi bersama ibu ke Osaka.)
Soal 3: Perhatikan partikel — mana yang dibaca berbeda dari tulisannya?
Jawaban: は dibaca wa (bukan “ha”) dan へ dibaca e (bukan “he”) saat digunakan sebagai partikel.
Kesimpulan
Menghafal bentuk Hiragana hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah membiasakan mata dan lidah Anda dengan aturan baca seperti vokal panjang (Sensei dibaca Sensee) dan partikel (Ha dibaca Wa).
Berikut poin-poin penting yang harus Anda kuasai:
- 46 huruf dasar Hiragana (Gojuon) — ini fondasi utama.
- Dakuon (゛) dan Handakuon (゜) menambah variasi bunyi.
- Yōon (ゃ, ゅ, ょ) menggabungkan bunyi untuk membuat suku kata baru.
- Aturan khusus partikel: は → wa, へ → e, を → o.
- Vokal panjang ditulis dengan huruf tambahan (おう, ええ, dll.), bukan tanda panjang.
- Sokuon (っ) menggandakan konsonan berikutnya.
Jangan hanya menghafal tabel secara urut (A, I, U, E, O…), tapi acaklah kartu flashcard Anda. Otak kita sering menipu dengan menghafal urutan, bukan bentuk.
Setelah lancar membaca Hiragana, dunia bahasa Jepang akan terbuka lebar untuk Anda. Langkah berikutnya? Tentu saja Katakana dan Kanji!
Materi Terkait:
頑張 って! (Ganbatte / Semangat!)
Artikel Sebelumnya: ← Daftar Tutorial
Artikel Selanjutnya: Huruf Hiragana dan Cara Penulisannya →