~てから (Te Kara): Urutan Setelah dan Nuansa Dasar (JLPT N5)

Pengantar Pola ~てから dipakai untuk menyatakan urutan tindakan dengan makna “setelah”. Pola ini menegaskan bahwa aksi pertama benar-benar selesai dulu, baru aksi berikutnya dilakukan. Contoh inti: 手(て) を 洗(あら) ってから、 食(た) べます。Setelah mencuci tangan, saya makan. 仕事(しごと) が 終(お) わってから、 帰(かえ) ります。Setelah pekerjaan selesai, sa...

25 Februari 2026 · 4 menit · 849 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~まえに (Mae ni): Pola Sebelum untuk Urutan Aktivitas (JLPT N5)

Pengantar Pola ~まえに dipakai untuk menyatakan urutan “sebelum melakukan A, lakukan B”. Ini adalah pola dasar N5 yang sangat sering dipakai untuk rutinitas, instruksi, dan prosedur. Kunci terpentingnya: tindakan setelah まえに belum terjadi, sehingga bentuk kata kerja yang dipakai harus tepat. 寝(ね) るまえに、 歯(は) を 磨(みが) きます。Se...

25 Februari 2026 · 5 menit · 853 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~が早いか (Ga hayai ka): Transisi Cepat Antar Aksi (JLPT N1)

Pengantar Pola tata bahasa ~が早いか (ga hayai ka) dipakai untuk menggambarkan dua kejadian yang nyaris terjadi tanpa jeda. Nuansanya sangat cepat: aksi kedua terasa seperti sudah menunggu dan langsung muncul sesaat setelah aksi pertama mulai terjadi. Dalam bahasa Indonesia, arti praktisnya sering diterjemahkan sebagai “ba...

07 April 2026 · 6 menit · 1141 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~なり (Nari): Aksi Susulan Seketika Tanpa Jeda (JLPT N1)

Pengantar Pola ~なり (nari) dipakai untuk menyatakan bahwa begitu kejadian A terjadi, kejadian B langsung menyusul tanpa jeda berarti. Pola ini sering digunakan saat pembicara mengamati aksi spontan, cepat, dan kadang mengejutkan dari orang lain. Dalam bahasa Indonesia, padanan paling alami biasanya “begitu … langsung …”...

07 April 2026 · 5 menit · 958 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~を皮切りに (O kawakiri ni): Titik Awal Rangkaian (JLPT N1)

Pengantar Pola ~を 皮切(かわき) りに (o kawakiri ni) digunakan untuk menunjukkan titik awal dari rangkaian kejadian yang berlanjut. Artinya bukan sekadar “A terjadi dulu lalu selesai”, tetapi “A menjadi pembuka, kemudian muncul kejadian lain yang sejenis atau berkaitan”. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya setara dengan “dimulai...

04 Maret 2026 · 6 menit · 1076 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)