郷に入っては郷に従え (Gou Ni Itte Wa Gou Ni Shitagae)

郷(ごう) に 入(い) っては 郷(ごう) に 従(したが) え Romaji: Gou Ni Itte Wa Gou Ni Shitagae Arti: Saat memasuki sebuah desa (wilayah), patuhilah aturan desa tersebut. (Ketika kita berada di lingkungan atau negara orang lain, kita harus beradaptasi dan mengikuti kebiasaan serta peraturan setempat). Makna & Penjelasan Pentingnya toleransi dan adaptasi budaya. Peribahasa ini mengajarkan kerendahan hati untuk tidak memaksakan nilai-nilai pribadi kita saat sedang bertamu atau tinggal di tempat baru. Dengan menghormati tradisi lokal, kita akan lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat dan terhindar dari konflik. Ini adalah prinsip dasar diplomasi dan pergaulan internasional. ...

1 Februari 2026 · 3 menit · 509 kata · sepTN

雨降って地固まる (Ame Futte Ji Katamaru)

雨(あめ) 降(ふ) って 地(じ) 固(かた) まる Romaji: Ame Futte Ji Katamaru Arti: Setelah hujan, tanah mengeras. (Masalah atau perselisihan yang terjadi justru membuat keadaan menjadi lebih baik atau hubungan menjadi lebih kuat dari sebelumnya). Makna & Penjelasan Kesulitan atau pertengkaran seringkali menghasilkan fondasi yang lebih kuat. Hujan membuat tanah menjadi lumpur yang berantakan, tetapi setelah kering, tanah tersebut menjadi lebih padat dan keras dibandingkan sebelum hujan. Peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan hubungan antarmanusia (seperti pasangan atau mitra kerja) yang menjadi lebih harmonis dan saling memahami setelah melewati konflik. ...

1 Februari 2026 · 3 menit · 447 kata · sepTN

猫に小判 (Neko ni Koban)

猫(ねこ) に 小判(こばん) Romaji: Neko ni Koban Arti: Memberi koin emas (Koban) kepada kucing. (Sia-sia memberi barang berharga kepada yang tidak mengerti nilainya). Makna & Penjelasan Memberikan sesuatu yang bernilai tinggi kepada seseorang yang tidak dapat memahami atau menghargai nilainya adalah tindakan yang sia-sia. Kucing tidak memiliki konsep uang atau nilai estetika terhadap emas; bagi mereka, ikan kering jauh lebih berharga daripada sekeping emas. Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana hadiah, nasihat, atau kesempatan berharga terbuang percuma karena penerimanya tidak memiliki kapasitas atau minat untuk memanfaatkannya. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 484 kata · sepTN

一期一会 (Ichigo Ichie)

一(いち) 期(ご) 一(いち) 会(え) Romaji: Ichigo Ichie Arti: Satu kali kesempatan, satu kali pertemuan. (Pertemuan sekali seumur hidup). Makna & Penjelasan Setiap pertemuan adalah momen unik yang tidak akan pernah terulang kembali, maka hargailah sebaik-baiknya. “Ichigo” berarti sepanjang hidup (dari lahir sampai mati), dan “Ichie” berarti satu kali pertemuan. Peribahasa ini mengajarkan kita untuk memperlakukan setiap pertemuan dengan orang lain—atau bahkan pengalaman—sebagai sesuatu yang istimewa dan tidak tergantikan. Meskipun kita mungkin bertemu orang yang sama berulang kali, momen saat ini tidak akan pernah sama persis lagi. Konsep ini mirip dengan YOLO (You Only Live Once) atau Carpe Diem, namun lebih berfokus pada hubungan antarmanusia dan kedalaman momen. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 499 kata · sepTN

七転び八起き (Nanakorobi Yaoki)

七(なな) 転(ころ) び 八(や) 起(お) き Romaji: Nanakorobi Yaoki Arti: Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. Makna & Penjelasan Betapapun banyaknya kegagalan yang dialami, jangan pernah menyerah dan teruslah bangkit kembali. Peribahasa ini mengajarkan tentang ketekunan dan semangat pantang menyerah. Hidup penuh dengan pasang surut, kegagalan adalah hal yang wajar. Yang terpenting bukanlah seberapa sering kita gagal, tetapi seberapa kuat tekad kita untuk bangkit dan mencoba lagi. Ini adalah simbol dari ketahanan mental dan optimisme. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 518 kata · sepTN

井の中の蛙 (I no naka no kawazu)

井(い) の 中(なか) の 蛙(かわず) Romaji: I no naka no kawazu Arti: Katak di dalam sumur tidak tahu (luasnya) samudra. (Seseorang yang wawasannya sempit dan tidak tahu dunia luar, tetapi sombong). Makna & Penjelasan Metafora tentang kesombongan akibat ketidaktahuan. Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang hidup di lingkungan kecil atau tertutup sehingga mengira dunianya itulah segalanya. Seperti katak yang tinggal di dasar sumur, ia hanya melihat potongan kecil langit dan mengira langit itu hanya selebar lubang sumur. ...

30 Januari 2026 · 4 menit · 650 kata · sepTN

急がば回れ (Isogaba maware)

急(いそ) がば 回(まわ) れ Romaji: Isogaba maware Arti: Jika terburu-buru, memutarlah (ambil jalan memutar). (Daripada mengambil jalan pintas yang berisiko gagal, lebih baik memilih cara yang aman dan pasti meskipun terlihat lebih lama). Makna & Penjelasan Biar lambat asal selamat (dan sukses). Peribahasa ini menasihati kita saat sedang terdesak waktu. Keinginan manusia saat buru-buru adalah mengambil “jalan tikus” atau cara instan. Namun, cara instan seringkali mengandung risiko tinggi yang jika gagal, justru akan membuat kita terlambat jauh lebih lama (karena harus mengulang dari awal). Sebaliknya, jalan memutar yang aman menjamin kita sampai di tujuan, yang pada akhirnya justru menjadi cara “tercepat” yang sesungguhnya. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 559 kata · sepTN

猿も木から落ちる (Saru mo Ki kara Ochiru)

猿(さる) も 木(き) から 落(お) ちる Romaji: Saru mo ki kara ochiru Arti: Monyet pun jatuh dari pohon. Makna & Penjelasan Siapa pun, seahli apa pun dia dalam suatu bidang, pasti pernah melakukan kesalahan. Peribahasa ini digunakan untuk mengingatkan kita agar tidak sombong dan untuk memberikan simpati atau penghiburan kepada seseorang yang kompeten tetapi melakukan kesalahan. Maknanya mirip dengan peribahasa Indonesia “Tak ada gading yang tak retak” atau “Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga”. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 515 kata · sepTN

知らぬが仏 (Shiranu ga hotoke)

知(し) らぬが 仏(ほとけ) Romaji: Shiranu ga hotoke Arti: Tidak tahu adalah (seperti) Buddha. (Ketidaktahuan membawa kedamaian hati/pikiran; Mengetahui kebenaran terkadang justru menyakitkan atau membuat marah). Makna & Penjelasan “Ignorance is bliss” (Ketidaktahuan adalah kebahagiaan). Peribahasa ini memiliki dua nuansa makna: Positif/Penghiburan: Ada hal-hal yang lebih baik tidak diketahui demi ketenangan batin. Jika kita tahu faktanya (misalnya detail yang menjijikkan atau menyedihkan), kita malah akan merasa terganggu, marah, atau khawatir. Dengan tidak tahu, kita bisa tetap tenang dan damai seperti wajah Buddha. Sarkasme/Sindiran: Digunakan untuk menertawakan atau menyindir seseorang yang merasa tenang-tenang saja karena tidak tahu bahaya atau masalah yang sebenarnya sedang terjadi di sekitarnya (sementara semua orang lain tahu). Asal-Usul (Yurai) Berasal dari konsep bahwa pikiran manusia seringkali dipenuhi kekhawatiran dan amarah duniawi. Jika seseorang “tidak mengetahui” segala urusan duniawi yang memicu emosi tersebut, maka batinnya akan damai dan menyerupai “Hotoke” (Buddha) yang telah mencapai pencerahan/ketenangan sempurna. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 551 kata · sepTN

石の上にも三年 (Ishi no ue ni mo sannen)

石(いし) の 上(うえ) にも 三(さん) 年(ねん) Romaji: Ishi no ue ni mo sannen Arti: Di atas batu pun (jika diduduki terus) selama tiga tahun (akan menjadi hangat). (Ketekunan mampu mengubah hal yang sulit menjadi mungkin/sukses). Makna & Penjelasan Kesabaran dan ketekunan adalah kunci keberhasilan. Batu yang dingin dan keras sekalipun, jika kita duduk di atasnya terus-menerus dalam waktu yang lama, akhirnya akan menjadi hangat karena suhu tubuh kita. Peribahasa ini mengajarkan bahwa seberat atau sesulit apa pun suatu keadaan (dingin/kerasnya batu), jika kita bersabar dan terus bertahan (mendudukinya), pada akhirnya keadaan akan berubah menjadi baik (hangat/nyaman). ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 598 kata · sepTN

網呑舟の魚を漏らす (Ami Donshu no Uo o Morasu)

網(あみ) 呑(どん) 舟(しゅう) の 魚(うお) を 漏(も) らす Romaji: Ami donshu no uo o morasu Arti: Jaring yang meloloskan ikan yang (cukup besar untuk) menelan perahu. (Hukum yang lemah sehingga penjahat besar bisa lolos). Makna & Penjelasan Sindiran keras terhadap sistem hukum yang tidak adil. Peribahasa ini menggambarkan situasi ironis di mana jaring penangkap ikan memiliki lubang yang terlalu besar atau rapuh, sehingga “ikan raksasa” (ikan yang diasumsikan sebesar monster yang bisa menelan perahu) justru bisa lolos, sementara ikan-ikan kecil tertangkap. ...

30 Januari 2026 · 4 menit · 722 kata · sepTN

花より団子 (Hana yori dango)

花(はな) より 団子(だんご) Romaji: Hana yori dango Arti: (Memilih) Dango daripada Bunga. (Lebih mementingkan keuntungan praktis/nyata daripada penampilan atau keindahan semata). Makna & Penjelasan Logika “Isi Perut” di atas “Cuci Mata”. Peribahasa ini berasal dari tradisi Hanami (melihat bunga sakura). Seharusnya orang menikmati keindahan bunga, tetapi banyak yang justru lebih tertarik menyantap dango (kue bola tepung beras) atau makanan yang dijual di sana. Secara luas, ini menggambarkan: Pragmatisme: Mengutamakan fungsi dan manfaat nyata (substansi) daripada sekadar penampilan luar atau gaya. Materialisme (dalam konteks ringan): Lebih suka dikasih hadiah uang/makanan daripada bunga/pujian. Realitas vs Romantisme: “Cinta (bunga) tidak bisa dimakan”, jadi lebih pilih kemapanan (dango). Meskipun terdengar agak materialistis, peribahasa ini sering digunakan dengan nada bercanda untuk mengakui bahwa kebutuhan dasar (seperti makan) seringkali menang melawan hal-hal puitis. ...

30 Januari 2026 · 3 menit · 542 kata · sepTN