~てすみません (Te Sumimasen): Maaf atas Tindakan (JLPT N4)

Pengantar Pola ~てすみません dipakai saat meminta maaf karena tindakan yang sudah dilakukan atau akibat yang ditimbulkan oleh tindakan kita. Dalam bahasa Indonesia, maknanya dekat dengan “maaf karena …” atau “maaf telah …”. Pola ini sangat penting di level N4 karena budaya bahasa Jepang sangat menekankan kejelasan tanggung j...

27 Februari 2026 · 5 menit · 977 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~てほしい (Te Hoshii): Harapan agar Orang Bertindak (JLPT N4)

Pengantar Pola ~てほしい digunakan ketika pembicara ingin orang lain melakukan suatu tindakan. Dalam bahasa Indonesia, maknanya setara dengan “saya ingin kamu …” atau “saya berharap …”. Pola ini penting karena memungkinkan kita menyampaikan keinginan dengan lebih halus dibanding perintah langsung. Di level JLPT N4, ~てほしい s...

27 Februari 2026 · 5 menit · 931 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~てみる (Te Miru): Pola Mencoba untuk Melihat Hasil (JLPT N4)

Pengantar Pola ~てみる dipakai saat penutur ingin “mencoba melakukan” suatu tindakan untuk melihat hasilnya. Nuansa utamanya adalah percobaan praktis, bukan usaha berat jangka panjang. Karena itu, grammar ini sangat sering muncul saat berbicara tentang pengalaman baru, eksperimen sederhana, atau keputusan spontan untuk me...

27 Februari 2026 · 5 menit · 977 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

~てもらう (Te Morau): Menerima Bantuan Orang Lain (JLPT N4)

Pengantar Pola ~てもらう digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara menerima tindakan atau bantuan dari orang lain. Berbeda dengan ~てくれる yang menyorot pihak pemberi, pola ini menempatkan pembicara sebagai pusat kalimat: “saya mendapatkan bantuan”. Karena itu, pola ini sering dipakai saat kita menekankan hasil yang kita ter...

27 Februari 2026 · 5 menit · 960 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

ぐらい / くらい (Gurai/Kurai) : Perkiraan dan Intensitas (JLPT N3)

Pengantar Pola ぐらい / くらい sangat sering dipakai dalam bahasa Jepang sehari-hari untuk menyatakan perkiraan jumlah, tingkat derajat, atau batas minimal. Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya bisa menjadi “kira-kira”, “sekitar”, “sampai”, atau “setidaknya” tergantung konteks. Di level JLPT N3, pola ini penting karena munc...

27 Februari 2026 · 4 menit · 848 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

なら (Nara) : Kondisional Berbasis Topik untuk Saran (JLPT N4)

Pengantar Pola なら digunakan ketika penutur merespons informasi atau topik yang sudah muncul sebelumnya. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya mirip “kalau begitu”, “kalau soal itu”, atau “kalau memang demikian”. Berbeda dari pola kondisional yang menekankan urutan kejadian, なら menekankan kerangka topik sebagai dasar saran,...

27 Februari 2026 · 5 menit · 906 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)