~ずに (zuni): Melakukan Y tanpa Melakukan X (JLPT N4)

Pengantar Pola ~ずに dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang melakukan aksi Y tanpa melakukan aksi X. Secara makna dasar, pola ini sangat dekat dengan ~ないで, tetapi nuansa ~ずに biasanya terdengar lebih formal atau lebih tertulis. Di JLPT N4, pola ini penting karena sering muncul sebagai variasi bentuk dari pola “tanpa mel...

27 Februari 2026 · 4 menit · 832 kata · sepTN

~ません (Masen): Bentuk Negatif Sopan untuk Kata Kerja (JLPT N5)

Pengantar Pola ~ません adalah bentuk negatif sopan untuk kata kerja dalam bahasa Jepang. Secara umum, pola ini menyatakan “tidak melakukan …” pada konteks sekarang atau masa depan. Pola ini sangat penting di JLPT N5 karena dipakai terus-menerus dalam percakapan formal, kelas, layanan publik, dan interaksi sehari-hari yang...

25 Februari 2026 · 4 menit · 846 kata · sepTN

noronoro (のろのろ) - Artinya & Contoh Penggunaan

Arti のろのろ (noronoro) adalah onomatope yang menggambarkan gerakan yang sangat lambat, lelet, dan memakan waktu. Biasanya memiliki nuansa negatif (terlalu lambat dari yang seharusnya, bikin kesal, atau tidak efisien), mirip dengan pergerakan siput atau kura-kura. 🐢 Lambat/Lelet (Sluggish/Slow): Bergerak dengan kecepatan ...

18 Maret 2026 · 2 menit · 387 kata · sepTN

niyaniya (にやにや) - Artinya & Contoh Penggunaan

Arti にやにや (niyaniya) adalah onomatope yang menggambarkan senyuman yang mencurigakan, licik, atau memendam sesuatu. Berbeda dengan nikoniko yang positif, niyaniya memiliki nuansa negatif atau menggoda. Orang yang niyaniya biasanya sedang memikirkan hal lucu sendirian, merencanakan sesuatu yang jahat, atau membayangkan h...

18 Maret 2026 · 3 menit · 439 kata · sepTN

motamota (もたもた) - Artinya & Contoh Penggunaan

Arti もたもた (motamota) adalah onomatope yang menggambarkan tindakan atau gerakan yang lamban, lelet, dan tidak efisien. Biasanya digunakan dalam konteks negatif untuk mengkritik seseorang yang membuang-buang waktu atau tidak cekatan. 🐢 Lelet/Lamban (Slow/Inefficient): Bergerak lambat karena tidak terampil, bingung, atau ...

18 Maret 2026 · 2 menit · 423 kata · sepTN

monmon (もんもん) - Artinya & Contoh Penggunaan

Arti もんもん (monmon) adalah onomatope (gitaigo) yang menggambarkan keadaan jiwa yang terguncang, resah, gelisah, atau gundah gulana karena memikirkan suatu masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Sering ditulis dengan Kanji 悶々 (Monmon). 😫 Gundah Gulana (Anguish/Agony): Perasaan tersiksa batin karena masalah yang dipendam...

18 Maret 2026 · 3 menit · 510 kata · sepTN

kuyokuyo (くよくよ) - Artinya & Contoh Penggunaan

Arti くよくよ (kuyokuyo) adalah onomatope yang menggambarkan keadaan memikirkan hal-hal kecil atau masa lalu secara berlarut-larut (murung/galau). Biasanya digunakan untuk sifat orang yang tidak bisa move on dari kegagalan atau terlalu khawatir pada hal sepele. 😟 Murung/Galau (Brooding/Moping): Terus-menerus memikirkan mas...

18 Maret 2026 · 3 menit · 464 kata · sepTN

korigori (こりごり) - Artinya & Contoh Penggunaan

Arti こりごり (korigori) adalah onomatope (atau lebih tepatnya ungkapan) yang menggambarkan perasaan sangat kapok, jera, atau muak terhadap sesuatu karena pernah mengalami hal yang buruk/pahit. Biasanya mengandung makna “tidak mau lagi mengulanginya”. 🙅 Kapok/Jera (Fed up/Had enough): Sudah kenyang dengan pengalaman pahit ...

18 Maret 2026 · 3 menit · 458 kata · sepTN

~きらいがある (Kirai ga aru): Kecenderungan Negatif (JLPT N1)

Pengantar Pola ~きらいがある digunakan untuk menyatakan adanya kecenderungan tertentu, biasanya kecenderungan yang dipandang kurang baik. Dalam bahasa Indonesia, terjemahan paling aman adalah “cenderung” atau “punya kecenderungan.” Pada level makna, pola ini tidak sekeras vonis langsung. Penutur seolah mengamati pola berulan...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1068 kata · sepTN

~しまつだ (Shimatsu da): Akhir Buruk yang Disayangkan (JLPT N1)

Pengantar Pola ~しまつだ adalah pola N1 yang dipakai untuk menilai hasil akhir suatu proses sebagai sesuatu yang buruk, memalukan, atau mengecewakan. Dalam banyak kasus, pola ini tidak hanya menyampaikan fakta bahwa sesuatu terjadi, tetapi juga menyiratkan penilaian emosional penutur: “setelah semua yang terjadi, akhirnya ...

04 Maret 2026 · 6 menit · 1135 kata · sepTN

~たりとも (Taritomo): Nol Toleransi Hitungan Kecil (JLPT N1)

Pengantar Pola ~たりとも digunakan untuk menegaskan bahwa jumlah sekecil apa pun tetap tidak dikecualikan. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya sangat dekat dengan “walau satu … pun” atau “sedikit pun tidak.” Karena sifatnya tegas, pola ini sering muncul dalam konteks aturan, janji, larangan, atau tekad. Penutur ingin menunju...

04 Maret 2026 · 5 menit · 995 kata · sepTN

~っぱなし (Ppanashi): Dibiarkan Terus tanpa Penanganan (JLPT N1)

Pengantar Pola ~っぱなし (ppanashi) dipakai untuk menyatakan keadaan yang “dibiarkan terus” atau aksi yang “berlangsung terus-menerus tanpa jeda yang semestinya”. Pada banyak konteks, pola ini membawa nuansa negatif: lalai, tidak rapi, tidak diselesaikan, atau berlangsung terlalu lama. Bagi pembelajar N1, pola ini penting ...

04 Maret 2026 · 5 menit · 987 kata · sepTN

~に(は)あたらない (Ni wa ataranai): Reaksi Tak Berlebihan (JLPT N1)

Pengantar Pola ~に(は)あたらない dipakai untuk menyatakan bahwa suatu reaksi, tindakan, atau penilaian dianggap tidak perlu dilakukan karena situasinya belum sampai tingkat tersebut. Dalam bahasa Indonesia, maknanya dekat dengan “tidak perlu sampai…,” “tidak pantas untuk…,” atau “tidak sepadan jika….” Nuansa pola ini bersifat...

18 Maret 2026 · 5 menit · 1020 kata · sepTN

~にかこつけて (Ni kakotsukete): Dalih Tersembunyi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~にかこつけて dipakai saat penutur menilai seseorang memakai sebuah alasan resmi, momen sosial, atau keadaan tertentu sebagai kedok untuk tujuan lain yang lebih pribadi. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya dekat dengan “berdalih,” “memanfaatkan alasan,” atau “mengatasnamakan sesuatu demi kepentingan lain.” Kunci...

18 Maret 2026 · 5 menit · 1049 kata · sepTN

~まみれ (Mamire): Nuansa Berlumuran yang Visual Kuat (JLPT N1)

Pengantar Pola ~まみれ digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu tertutupi oleh zat tertentu hingga terlihat penuh atau berlumuran. Dalam bahasa Indonesia, padanannya antara lain “berlumuran,” “tertutup,” atau “penuh oleh.” Secara umum, pola ini cenderung bernuansa negatif karena sering dipakai dengan kata seperti darah, l...

18 Maret 2026 · 5 menit · 982 kata · sepTN