Klausa Relatif Bahasa Jepang: Modifikasi Kata Benda

Di Bahasa Indonesia kita bilang: “orang yang pakai kacamata”, “buku yang saya beli kemarin”, “restoran yang terkenal itu”. Kata “yang” jadi jembatan antara informasi dan kata benda. Di bahasa Jepang, jembatan itu tidak ditulis. Polanya justru lebih langsung: [kalimat penjelas dalam plain form] + [kata benda] Inilah yan...

31 Maret 2026 · 11 menit · 2147 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

4 Bentuk Kondisional Bahasa Jepang: たら, ば, と, なら

Di Bahasa Indonesia, kata “kalau” bisa dipakai hampir untuk semua situasi. Di bahasa Jepang, makna “kalau” terbagi jadi beberapa pola dengan nuansa berbeda. Empat pola paling penting: ~たら: paling fleksibel, aman untuk banyak konteks. ~ば: hipotesis/logis, sering dipakai untuk saran. ~と: hasil otomatis/alamiah. ~なら: berd...

31 Maret 2026 · 10 menit · 2041 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

Bentuk Potensial Jepang: Menyatakan Kemampuan

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering bilang “bisa”: bisa baca, bisa masak, bisa naik kereta sendiri, belum bisa dengar cepat, dan sebagainya. Di bahasa Jepang, makna “bisa” paling umum diekspresikan dengan bentuk potensial atau 可能形(かのうけい) . Masalahnya, banyak pelajar bingung karena ada beberapa pola yang kelihatan...

31 Maret 2026 · 10 menit · 2040 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

五十歩百歩 (Gojuppo Hyakupo)

五(ご) 十(じゅっ) 歩(ぽ) 百(ひゃっ) 歩(ぽ) Romaji: Gojuppo Hyakupo Arti: Lima puluh langkah seratus langkah. (Sama buruknya, tidak ada perbedaan yang berarti.) Makna & Penjelasan Peribahasa ini digunakan untuk menyindir seseorang yang menertawakan kesalahan orang lain, padahal dirinya sendiri juga melakukan hal yang tak jauh berbed...

02 Februari 2026 · 4 menit · 657 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

一寸先は闇 (Issun Saki wa Yami)

一(いっ) 寸(すん) 先(さき) は 闇(やみ) Romaji: Issun Saki wa Yami Arti: Satu inci ke depan adalah kegelapan. (Masa depan tidak dapat diprediksi; kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita.) Makna & Penjelasan Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, bahkan dalam waktu yang sangat dekat sekalipun. Periba...

02 Februari 2026 · 4 menit · 640 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

雲泥の差 (Untei no Sa)

雲(うん) 泥(でい) の 差(さ) Romaji: Untei no Sa Arti: Perbedaan antara awan dan lumpur. (Perbedaan yang sangat besar antara dua hal; tidak dapat dibandingkan.) Makna & Penjelasan Ungkapan ini menggambarkan perbedaan yang sangat besar antara dua hal, sampai-sampai tidak bisa dibandingkan. Awan ( 雲(くも) ) berada tinggi di langit,...

02 Februari 2026 · 3 menit · 582 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

口は災いのもと (Kuchi wa Wazawai no moto)

口(くち) は 災(わざわ) いのもと Romaji: Kuchi wa Wazawai no moto Arti: Mulut adalah sumber bencana. (Kata-kata yang tidak hati-hati bisa menjadi penyebab masalah bagi diri sendiri.) Makna & Penjelasan Ucapan yang tidak dipikirkan dengan matang dapat mendatangkan bencana atau masalah bagi diri sendiri. Peribahasa ini merupakan per...

02 Februari 2026 · 4 menit · 695 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

失敗は成功のもと (Shippai wa Seikou no moto)

失(しっ) 敗(ぱい) は 成(せい) 功(こう) のもと Romaji: Shippai wa Seikou no moto Arti: Kegagalan adalah fondasi kesuksesan. (Meskipun gagal, jika kita memperbaiki penyebab kegagalan tersebut, pada akhirnya kita akan mencapai kesuksesan.) Makna & Penjelasan Meskipun mengalami kegagalan, jika kita menganalisis dan memperbaiki penyebabny...

02 Februari 2026 · 4 menit · 673 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

猫を被る (Neko wo Kaburu)

猫(ねこ) を 被(かぶ) る Romaji: Neko wo Kaburu Arti: Memakai (topeng) kucing. (Berpura-pura polos, jinak, atau lemah lembut padahal sebenarnya tidak demikian). Makna & Penjelasan Menyembunyikan sifat asli dengan berpura-pura polos atau tidak berbahaya. Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang menyembunyikan karakter asliny...

02 Februari 2026 · 3 menit · 540 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

弘法も筆の誤まり (Koubou mo Fude no Ayamari)

弘法(こうぼう) も 筆(ふで) の 誤(あやま) り Romaji: Koubou mo Fude no Ayamari Arti: Bahkan Koubou (Daishi) pun bisa melakukan kesalahan dalam menulis. (Semua orang, sekali pun ahli, bisa membuat kesalahan). Makna & Penjelasan Bahkan ahli yang paling hebat pun bisa melakukan kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna. Peribahasa ini m...

02 Februari 2026 · 3 menit · 609 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

塵も積もれば山となる (Chiri mo Tsumoreba Yama to Naru)

塵(ちり) も 積(つ) もれば 山(やま) となる Romaji: Chiri mo Tsumoreba Yama to Naru Arti: Debu jika ditumpuk akan menjadi gunung. (Hal-hal kecil jika dikumpulkan terus-menerus akan menjadi sesuatu yang besar). Makna & Penjelasan Usaha kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan hasil yang besar. Peribahasa ini mengajarkan ...

02 Februari 2026 · 4 menit · 694 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

笑う門には福来たる (Warau Kado ni wa Fuku Kitaru)

笑(わら) う 門(かど) には 福(ふく) 来(きた) る Romaji: Warau Kado ni wa Fuku Kitaru Arti: Keberuntungan datang ke pintu (rumah) yang tertawa. (Kebahagiaan dan keberuntungan akan datang secara alami ke keluarga atau rumah tangga yang selalu dipenuhi suasana ceria dan tawa). Makna & Penjelasan Rumah yang penuh tawa dan kegembiraan akan...

02 Februari 2026 · 4 menit · 757 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

猫の手も借りたい (Neko no Te mo Karitai)

猫(ねこ) の 手(て) も 借(か) りたい Romaji: Neko no Te mo Karitai Arti: Ingin meminjam tangan kucing sekalipun. (Dalam keadaan sangat sibuk sampai bantuan sekecil apapun sangat diinginkan). Makna & Penjelasan Peribahasa ini menggambarkan situasi di mana seseorang sangat sibuk dan kekurangan tenaga kerja, sampai-sampai bantuan dar...

02 Februari 2026 · 3 menit · 565 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

どんぐりの背比べ (Donguri no Sekurabe)

どんぐりの 背比(せくら) べ Romaji: Donguri no Sekurabe Arti: Membanding-bandingkan tinggi buah ek (acorn). (Menggambarkan situasi di mana beberapa orang atau benda memiliki kualitas atau kemampuan yang hampir sama rata dan tidak ada yang benar-benar menonjol; biasanya digunakan untuk merendahkan atau menyindir). Makna & Penjelasa...

01 Februari 2026 · 3 menit · 518 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)

三日坊主 (Mikka Bouzu)

三(みっ) 日(か) 坊(ぼう) 主(ず) Romaji: Mikka Bouzu Arti: Biksu tiga hari. (Seseorang yang cepat menyerah atau tidak konsisten dalam melakukan sesuatu yang baru saja ia mulai). Makna & Penjelasan Kegagalan dalam mempertahankan kebiasaan baru karena kurangnya ketekunan. Peribahasa ini digunakan untuk mengejek atau memberikan per...

01 Februari 2026 · 2 menit · 398 kata · Septian Ganendra S. K. (sepTN)