~にもまして (Ni mo mashite): Penegasan Lebih Dari Acuan (JLPT N1)

Pengantar Pola ~にもまして dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu berada pada derajat yang lebih tinggi daripada acuan tertentu. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya sering menjadi “lebih dari sebelumnya,” “apalagi,” atau “di atas segalanya.” Pola ini kuat secara retoris karena tidak sekadar membandingkan, tetapi juga menekank...

04 Maret 2026 · 4 menit · 774 kata · sepTN

~に即して・則して (Ni sokushite): Berlandas Dasar Tepat (JLPT N1)

Pengantar Pola ~に即して / ~に則して dipakai untuk menyatakan bahwa tindakan dilakukan sesuai dengan dasar tertentu. Dasar itu bisa berupa fakta lapangan, kondisi aktual, aturan, atau norma. Di level N1, pola ini penting karena sering muncul di dokumen formal, kebijakan institusi, laporan, dan uraian analitis. Nuansanya meneka...

04 Maret 2026 · 4 menit · 764 kata · sepTN

~に足る (Ni taru): Penilaian Layak secara Formal (JLPT N1)

Pengantar Pola ~に 足(た) る dipakai untuk menilai bahwa sesuatu cukup bernilai, cukup kuat, atau cukup kredibel untuk diperlakukan dengan cara tertentu. Dalam bahasa Indonesia, padanannya adalah “layak,” “pantas,” atau “patut.” Pada level N1, pola ini penting karena sering digunakan di tulisan formal untuk evaluasi kualit...

04 Maret 2026 · 5 menit · 1003 kata · sepTN

~はおろか (Wa oroka): Pola Jangankan yang Menegaskan (JLPT N1)

Pengantar Pola ~はおろか digunakan untuk menegaskan bahwa hal yang lebih berat saja tidak tercapai, apalagi hal yang lebih ringan. Dalam bahasa Indonesia, makna paling dekat adalah “jangankan A, B saja tidak.” Struktur ini sangat efektif untuk menunjukkan tingkat keparahan kondisi. Penutur membuat skala perbandingan lalu m...

18 Maret 2026 · 5 menit · 974 kata · sepTN

~べからず (Bekarazu): Larangan Klasik Bernada Tegas (JLPT N1)

Pengantar Pola ~べからず adalah bentuk larangan klasik yang bernada tegas dan formal. Dalam bahasa Indonesia, makna intinya adalah “dilarang” atau “jangan sekali-kali.” Bentuk ini jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, tetapi masih hidup dalam tulisan, slogan, peringatan, dan ungkapan retoris. Bersama bentuk turunann...

18 Maret 2026 · 5 menit · 979 kata · sepTN

~べく (Beku): Tujuan Formal dengan Nuansa Tekad (JLPT N1)

Pengantar Pola ~べく menyatakan tujuan, niat, atau tekad untuk melakukan suatu tindakan. Dalam bahasa Indonesia, padanannya sering “demi,” “untuk,” atau “dengan tujuan.” Dibanding pola tujuan biasa, ekspresi ini terasa lebih formal dan lebih bernuansa tekad. Dalam teks Jepang modern, ~べく sering muncul di berita, laporan,...

18 Maret 2026 · 5 menit · 1014 kata · sepTN

~まじき (Majiki): Ungkapan Ketidakpantasan Etis Resmi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~まじき adalah ungkapan formal yang menyatakan bahwa suatu tindakan sangat tidak pantas dilakukan, terutama jika pelaku memiliki posisi, profesi, atau status tertentu. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya dekat dengan “tidak pantas,” “seharusnya tidak,” atau “tak layak.” Dibanding larangan biasa, pola ini meno...

18 Maret 2026 · 5 menit · 971 kata · sepTN

~まみれ (Mamire): Nuansa Berlumuran yang Visual Kuat (JLPT N1)

Pengantar Pola ~まみれ digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu tertutupi oleh zat tertentu hingga terlihat penuh atau berlumuran. Dalam bahasa Indonesia, padanannya antara lain “berlumuran,” “tertutup,” atau “penuh oleh.” Secara umum, pola ini cenderung bernuansa negatif karena sering dipakai dengan kata seperti darah, l...

18 Maret 2026 · 5 menit · 982 kata · sepTN

~めく/~めいた (Meku): Nuansa Tanda yang Mulai Muncul (JLPT N1)

Pengantar Pola ~めく adalah sufiks yang memberi makna “bernuansa,” “terasa seperti,” atau “mulai menunjukkan tanda-tanda.” Dalam bahasa Indonesia, padanannya bisa berupa “-ish,” “berkesan,” atau “mulai terasa.” Ciri penting pola ini adalah sifatnya leksikal: tidak semua kata benda dapat dipasangkan bebas dengan ~めく. Ada ...

18 Maret 2026 · 5 menit · 986 kata · sepTN

~ものを (Mono o): Nuansa Sesal dan Kritik Kontras (JLPT N1)

Pengantar Pola ~ものを dipakai untuk menyampaikan penyesalan, kekecewaan, atau kritik terhadap hasil yang sebenarnya bisa berbeda jika kondisi tertentu terpenuhi. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya dekat dengan “padahal,” “seharusnya,” atau “sayang sekali kalau dipikir-pikir.” Pada tingkat N1, pola ini sering muncul pada k...

18 Maret 2026 · 5 menit · 990 kata · sepTN

~をおして (O oshite): Menembus Hambatan demi Tindakan (JLPT N1)

Pengantar Pola ~をおして dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang tetap melakukan tindakan meskipun ada hambatan nyata, tentangan, atau kondisi yang seharusnya membuat tindakan itu ditunda. Nuansanya adalah “mendorong rintangan ke samping lalu tetap maju.” Dalam bahasa Indonesia, pola ini bisa diterjemahkan sebagai “walaup...

04 Maret 2026 · 5 menit · 984 kata · sepTN

~をふまえて (O fumaete): Dasar Pertimbangan Resmi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~をふまえて berasal dari verba 踏(ふ) まえる yang bermakna berpijak atau menjejak dengan mantap. Dalam konteks tata bahasa, pola ini dipakai ketika keputusan atau tindakan dibuat setelah mempertimbangkan informasi sebelumnya. Dalam bahasa Indonesia, makna yang paling tepat biasanya “dengan mempertimbangkan,” “berd...

04 Maret 2026 · 5 menit · 994 kata · sepTN

~をもって (O motte): Formula Resmi Waktu dan Sarana (JLPT N1)

Pengantar Pola ~をもって adalah pola formal yang sangat sering muncul dalam bahasa bisnis, pengumuman, dan dokumen resmi. Secara umum, pola ini menandai sarana, waktu batas, atau frasa pernyataan resmi. Dalam bahasa Indonesia, maknanya bisa menjadi “dengan,” “per,” “mulai dari batas ini,” atau “dengan ini.” Karena multifun...

04 Maret 2026 · 5 menit · 977 kata · sepTN

~をよそに (O yoso ni): Sikap Mengabaikan Sekitar (JLPT N1)

Pengantar Pola ~をよそに menyatakan bahwa seseorang melakukan sesuatu tanpa memedulikan perasaan, pendapat, atau situasi di sekitarnya. Dalam bahasa Indonesia, nuansa umumnya “mengabaikan,” “tidak mempedulikan,” atau “acuh tak acuh terhadap.” Pola ini sering dipakai dalam konteks evaluatif. Karena itu, banyak kalimat denga...

04 Maret 2026 · 5 menit · 1026 kata · sepTN

~を余儀なくされる (O yoginaku sareru): Paksaan Situasional (JLPT N1)

Pengantar Pola ~を余儀なくされる adalah pola formal N1 untuk menyatakan bahwa seseorang atau suatu pihak dipaksa oleh keadaan untuk melakukan sesuatu. Fokus utama pola ini bukan pada kemauan subjek, melainkan pada tekanan eksternal yang membuat pilihan lain hampir tidak ada. Karena nuansanya resmi, pola ini sangat sering muncu...

04 Maret 2026 · 5 menit · 1065 kata · sepTN