~てはかなわない (Te wa kanawanai): Sulit Ditoleransi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~てはかなわない dipakai untuk menyatakan bahwa kondisi tertentu sangat menyulitkan, menjengkelkan, atau tidak bisa ditoleransi bila terjadi terus. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip “tidak tahan kalau…”. Pola ini sering muncul sebagai keluhan rasional terhadap kondisi yang mengganggu efektivitas, kenyamana...

04 Maret 2026 · 5 menit · 1061 kata · sepTN

~にもほどがある (Ni mo hodo ga aru): Kritik Batas Wajar (JLPT N1)

Pengantar Pola ~にもほどがある dipakai untuk menilai bahwa sesuatu sudah terlalu berlebihan dan melampaui batas kewajaran. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya dekat dengan “ada batasnya juga” atau “itu sudah kelewatan.” Berbeda dari ekspresi “terlalu” biasa, pola ini membawa penilaian sosial atau etika. Penutur bukan hanya meng...

04 Maret 2026 · 4 menit · 841 kata · sepTN

~ではすまされない (De wa sumasarenai): Konsekuensi Wajib (JLPT N1)

Pengantar Pola ~ではすまされない dipakai ketika sebuah masalah dinilai terlalu serius untuk dianggap selesai begitu saja. Artinya, harus ada tanggung jawab, tindak lanjut, atau konsekuensi. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip “tidak bisa dibiarkan begitu saja” atau “tidak cukup kalau hanya…”. Untuk membedakan fungsi tanggu...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1077 kata · sepTN

~をものともせず (O mono tomo sezu): Tetap Maju Tangguh (JLPT N1)

Pengantar Pola ~をものともせず menyatakan bahwa seseorang tetap bertindak maju tanpa terpengaruh hambatan, tekanan, atau kesulitan yang seharusnya bisa menghentikannya. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip “tanpa gentar menghadapi…”. Pola ini sering dipakai untuk menggambarkan ketangguhan, keberanian, atau tekad kuat. Kare...

04 Maret 2026 · 6 menit · 1072 kata · sepTN

~だに (Dani): Penekanan Klasik Formal 'Bahkan' (JLPT N1)

Pengantar Pola ~だに adalah ekspresi bernuansa klasik dan sangat formal yang berarti “bahkan” atau “jangankan” tergantung konteks. Di JLPT N1, pola ini penting karena sering muncul dalam bacaan formal, esai, atau kalimat sastra. Dibanding ekspresi modern seperti さえ atau すら, だに terasa lebih literer dan berat. Karena itu, ...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1099 kata · sepTN

~べくもない (Beku mo nai): Kemustahilan Tingkat Tinggi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~べくもない dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu benar-benar mustahil dilakukan atau diketahui. Nuansanya lebih kuat dan lebih formal daripada sekadar “できない”. Dalam Bahasa Indonesia, maknanya mendekati “mustahil” atau “tidak mungkin sama sekali”. Untuk membedakan fungsinya, bandingkan juga dengan ~べく, ~ざるを得...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1081 kata · sepTN

~までもない (Made mo nai): Tidak Perlu Disebut Lagi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~までもない dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu begitu jelas atau sudah diketahui bersama, sehingga “tidak sampai perlu” disebutkan, dibahas, atau dilakukan. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip “tidak perlu sampai…” atau “tidak usah dijelaskan pun sudah jelas”. Pola ini sering dibandingkan dengan ~に及ばな...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1077 kata · sepTN

~そばから (Soba kara): Baru Saja, Langsung Terulang (JLPT N1)

Pengantar Pola ~そばから dipakai ketika suatu tindakan baru saja selesai, tetapi hasilnya langsung berubah lagi atau diulang lagi. Nuansanya sering menunjukkan rasa “capek sendiri”, karena usaha yang dilakukan terasa tidak bertahan lama. Di level N1, pola ini sering muncul untuk menggambarkan kebiasaan berulang yang menyeb...

04 Maret 2026 · 6 menit · 1070 kata · sepTN

~ならいざしらず (Nara iza shirazu): Batas Wajar Dua Kasus (JLPT N1)

Pengantar Pola ~ならいざしらず dipakai untuk membandingkan dua kasus. Kasus pertama dianggap “masih mungkin dimaklumi”, tetapi kasus utama yang sedang dibahas justru dinilai tidak wajar. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip: “kalau A sih mungkin lain cerita, tapi kalau B…”. Pola ini sangat berguna untuk menyampaikan batas ...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1188 kata · sepTN

~にあって (Ni atte): Konteks Kondisi Formal Khusus (JLPT N1)

Pengantar Pola ~にあって dipakai untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan, sikap, atau evaluasi terjadi dalam kondisi tertentu, sering kali kondisi yang khusus atau berat. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip “dalam kondisi …”, “di tengah …”, atau “pada situasi …”. Di level N1, pola ini menambah kesan formal dan kontekstu...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1109 kata · sepTN

~に至って (Ni itatte): Baru pada Titik Tahap Kritis (JLPT N1)

Pengantar Pola ~に至って dipakai ketika sesuatu baru terjadi, baru disadari, atau baru berubah setelah mencapai tahap tertentu. Sering ada nuansa “akhirnya”, kadang juga “terlambat menyadari”. Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip “baru pada tahap …”, “sampai akhirnya …”, atau “ketika sudah sampai titik itu, baru …”. Unt...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1111 kata · sepTN

~に至る (Ni itaru): Cakupan Luas hingga Hasil Akhir (JLPT N1)

Pengantar Pola ~に至る digunakan untuk menunjukkan batas jangkauan “hingga/sampai pada” atau proses yang berujung pada hasil tertentu. Grammar ini sangat umum di tulisan formal seperti laporan, analisis, dan artikel opini. Dalam banyak kasus, pola ini menambah kesan komprehensif: bukan hanya satu titik, tetapi rentang ata...

18 Maret 2026 · 6 menit · 1118 kata · sepTN

~(で)すら (De sura): Penekanan Contoh Ekstrem Formal (JLPT N1)

Pengantar Pola ~すら / ~ですら dipakai untuk menunjukkan contoh ekstrem sebagai dasar penekanan. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya dekat dengan “bahkan” atau “sekalipun.” Dengan memilih contoh ekstrem, penutur ingin memberi pesan implisit bahwa jika contoh itu saja berlaku, maka hal lain juga lebih-lebih berlaku. Struktur i...

18 Maret 2026 · 5 menit · 1003 kata · sepTN

~いかん (Ikan): Keputusan Formal Bergantung Kondisi (JLPT N1)

Pengantar Pola ~いかん berasal dari kata klasik 如何(いかん) yang berhubungan dengan makna “bagaimana.” Dalam bahasa Jepang formal modern, pola ini dipakai untuk menyatakan bahwa hasil bergantung pada faktor tertentu. Dalam bahasa Indonesia, padanannya bisa “tergantung,” “bergantung pada,” atau “terlepas dari,” tergantung vari...

18 Maret 2026 · 5 menit · 989 kata · sepTN

~かいもなく (Kai mo naku): Usaha Sia-sia Tanpa Hasil (JLPT N1)

Pengantar Pola ~かいもなく digunakan untuk menyatakan bahwa usaha yang sudah dilakukan tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Dalam bahasa Indonesia, nuansanya dekat dengan “sia-sia,” “tidak membuahkan hasil,” atau “tidak ada gunanya.” Pasangan pentingnya adalah ~かいがあって, yang bermakna sebaliknya: usaha membuahkan hasil. ...

18 Maret 2026 · 5 menit · 1040 kata · sepTN