~てください (Te Kudasai): Pola Permintaan Sopan Dasar (JLPT N5)

Pengantar Pola ~てください (te kudasai) adalah salah satu pola paling penting di JLPT N5 karena dipakai untuk meminta seseorang melakukan sesuatu dengan cara sopan. Dalam bahasa Indonesia, maknanya dekat dengan “tolong …” atau “silakan …” tergantung konteks. Di kelas pemula, pola ini sering terlihat sederhana. Namun, pemaka...

26 Februari 2026 · 4 menit · 813 kata · sepTN

~てはいけません (Te Wa Ikemasen): Pola Larangan Dasar (JLPT N5)

Pengantar Pola ~てはいけません digunakan untuk menyatakan larangan yang tegas, setara dengan “tidak boleh” atau “dilarang” dalam bahasa Indonesia. Pada level N5, pola ini penting karena sering muncul pada aturan sekolah, tempat umum, dan instruksi formal. Contoh inti: ここでたばこを 吸(す) ってはいけません。Di sini tidak boleh merokok. 入(はい) っ...

25 Februari 2026 · 4 menit · 811 kata · sepTN

~てもいいです (Te Mo Ii Desu): Pola Izin Sopan Dasar (JLPT N5)

Pengantar Pola ~てもいいです dipakai untuk membahas izin dalam bahasa Jepang. Untuk bertanya izin, bentuk yang paling umum adalah ~てもいいですか dengan arti “bolehkah …?”. Untuk memberi izin, jawabannya bisa berupa “ya, boleh” dalam variasi yang lebih natural sesuai konteks. Secara makna, pola ini menyampaikan bahwa suatu tindakan...

26 Februari 2026 · 4 menit · 826 kata · sepTN

~ないでください (Naide Kudasai): Larangan Sopan ‘Tolong Jangan’ (JLPT N5)

Pengantar Pola ~ないでください dipakai untuk meminta seseorang agar tidak melakukan suatu tindakan secara sopan. Dalam bahasa Indonesia, padanan paling dekat adalah “tolong jangan …” atau “harap jangan …”. Di level JLPT N5, pola ini termasuk pola inti karena sering muncul dalam rambu, instruksi kelas, pengumuman publik, dan n...

25 Februari 2026 · 4 menit · 814 kata · sepTN

~なくちゃいけない (Nakucha Ikenai): Kewajiban Kasual ‘Harus’ (JLPT N5)

Pengantar Pola ~なくちゃいけない dipakai untuk menyatakan kewajiban dengan nuansa kasual: “harus/mesti”. Maknanya sama-sama kewajiban, tetapi terasa lebih santai dibanding bentuk formal. Di percakapan sehari-hari, penutur sering menyingkat bentuk ini untuk bicara cepat, terutama saat sedang buru-buru atau berbicara pada diri s...

25 Februari 2026 · 4 menit · 813 kata · sepTN

~にいく (Ni Iku): Menyatakan ‘Pergi untuk’ Tujuan Aktivitas (JLPT N5)

Pengantar Pola ~にいく dipakai untuk menyatakan tujuan aktivitas saat bergerak ke suatu tempat, dengan arti “pergi untuk …”. Pola ini sangat sering muncul dalam percakapan N5 karena dipakai untuk kebutuhan harian seperti makan, belanja, menonton, atau bertemu. Intinya, pola ini bukan sekadar menyatakan “pergi ke tempat”, ...

25 Februari 2026 · 4 menit · 851 kata · sepTN

~まえに (Mae ni): Pola Sebelum untuk Urutan Aktivitas (JLPT N5)

Pengantar Pola ~まえに dipakai untuk menyatakan urutan “sebelum melakukan A, lakukan B”. Ini adalah pola dasar N5 yang sangat sering dipakai untuk rutinitas, instruksi, dan prosedur. Kunci terpentingnya: tindakan setelah まえに belum terjadi, sehingga bentuk kata kerja yang dipakai harus tepat. 寝(ね) るまえに、 歯(は) を 磨(みが) きます。Se...

25 Februari 2026 · 5 menit · 853 kata · sepTN

~ましょう (Mashou): Ajakan Sopan ‘Ayo’ dalam Bahasa Jepang (JLPT N5)

Pengantar Pola ~ましょう adalah bentuk sopan untuk menyatakan ajakan, setara dengan “ayo kita …” dalam bahasa Indonesia. Di level JLPT N5, pola ini sangat penting karena sering dipakai dalam dialog sehari-hari seperti ajakan makan, pulang, atau mulai kegiatan bersama. Secara fungsi, ~ましょう tidak hanya dipakai untuk ajakan k...

25 Februari 2026 · 4 menit · 816 kata · sepTN

~ましょうか (Mashou ka): Tawaran dan Usulan Sopan Bahasa Jepang (JLPT N5)

Pengantar Pola ~ましょうか adalah bentuk tanya sopan yang paling sering dipakai untuk dua fungsi: menawarkan bantuan (“perlu saya …?”) dan mengusulkan tindakan bersama (“bagaimana kalau kita …?”). Di level N5, pola ini sangat berguna karena langsung dipakai dalam situasi nyata seperti membantu orang, menawarkan telepon, ata...

25 Februari 2026 · 4 menit · 800 kata · sepTN

~ませんか (Masen ka): Ajakan Sopan ‘Maukah...?’ dalam Bahasa Jepang (JLPT N5)

Pengantar Pola ~ませんか dipakai untuk mengajak seseorang secara sopan, dengan nuansa “maukah …?” atau “bagaimana kalau kita …?”. Walaupun bentuknya negatif, fungsi utamanya adalah ajakan halus, bukan larangan. Dalam komunikasi Jepang, pola ini terdengar lebih memberi ruang dibanding ajakan langsung, sehingga aman dipakai ...

25 Februari 2026 · 4 menit · 812 kata · sepTN

まだ~ていません (Mada Teimasen): Cara Mengatakan Belum dalam Bahasa Jepang (JLPT N5)

Pengantar Pola まだ~ていません dipakai untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum dilakukan sampai saat ini. Dalam bahasa Indonesia, maknanya paling dekat dengan “belum …”. Pola ini sangat sering muncul di percakapan sehari-hari, terutama saat memberi update progres: belum makan, belum selesai, belum datang, dan seterusnya. ...

25 Februari 2026 · 4 menit · 825 kata · sepTN

Bentuk Biasa (Plain Form) Kata Kerja Jepang

Anda sudah belajar bentuk sopan (~ます) di Pelajaran 2 dan bentuk Te di Pelajaran 3. Sekarang saatnya mempelajari sesuatu yang sangat penting: Bentuk Biasa ( 普通形(ふつうけい) / Futsuu-kei / Plain Form). Mengapa artikel ini begitu penting? Karena hampir semua tata bahasa lanjutan menggunakan plain form sebagai dasarnya: Menyata...

18 Maret 2026 · 9 menit · 1754 kata · sepTN

Bahasa Jepang 3: Bentuk Te (て形) untuk Pemula

Halo pembaca setia Jepang.org! Setelah menguasai kata kerja dan kata sifat di bagian sebelumnya, kini saatnya kita mempelajari salah satu bentuk paling serbaguna dalam bahasa Jepang: Bentuk Te ( 形(けい) ). Mengapa Bentuk Te Begitu Penting? Bayangkan Anda ingin bilang: “Saya bangun, mandi, sarapan, lalu pergi sekolah.” Da...

15 Februari 2026 · 8 menit · 1561 kata · sepTN

~おう (Ou): Volitional Grup 1 untuk Ajakan/Niat (JLPT N4)

Pengantar Halaman ini fokus pada bentuk ~おう untuk kata kerja grup 1 (godan) dalam bentuk volitional. Secara fungsi makna, bentuk ini tetap berada pada wilayah ajakan, niat, atau keputusan spontan. Namun inti latihan di halaman ini adalah akurasi perubahan bentuk yang paling sering jadi sumber salah di level N4. Mini ga...

27 Februari 2026 · 5 menit · 872 kata · sepTN

~させられる (Saserareru): Terpaksa Lakukan Aksi (JLPT N4)

Pengantar Pola ~させられる adalah gabungan kausatif dan pasif yang paling sering dipakai untuk menyatakan bahwa subjek melakukan sesuatu karena tekanan pihak lain. Dalam bahasa Indonesia, nuansa paling dekat biasanya “dipaksa”, “disuruh”, atau “terpaksa melakukan”. Mini ilustrasi fungsi: 部長(ぶちょう) に 残業(ざんぎょう) させられました。Saya di...

27 Februari 2026 · 5 menit · 871 kata · sepTN